Senin, 19 Desember 2016

#UPERP8UAS03B - Panduan Cara menggunakan Modul Add-Ons yang Berhubungan dengan Accounting


Selamat malam Molang readers,


Setelah di postingan 3A Molang membahas langlah-langkah dalam meng-install modul add-ons yang berhubungan dengan accounting, kali ini Molang akan memberikan tutorial dalam menggunakan modul add-ons yang sudah di-install tersebut. So check this out!

A. Langkah-langkah menggunakan modul add-ons accounting_interests:

1. Setelah proses installasi selesai dan berhasil, langkah selanjutnya adalah melihat hasil installasi dengan klik pada modul Accounting -> pada section menu Configuration klik Miscellaneous -> lalu klik Company Interest.
Gambar 1. Tampilan Company Interest (Hasil Installasi Modul Add-ons account_interests)

2. Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, maka klik Create -> kemudian mengisi data Interest Name dan Company (nama perusahaan) -> dan klik Save untuk menyimpan.
Gambar 2. Mengisi Data Company Interest

3. Tahapan dalam menggunakan modul add-ons account_interest pun sudah selesai.


B. Langkah-langkah menggunakan modul add-ons account analytic defaults:

1. Setelah proses installasi selesai dan berhasil, langkah selanjutnya adalah melihat hasil installasi dengan klik pada modul Accounting -> pada section menu Configuration klik Analytic Account -> lalu klik Analytic Defaults. 

2. Setelah muncul tampilan seperti di bawah ini, lalu klik Create.
Gambar 3. Analytic Defaults

3. Sehingga akan muncul tampilan formulir seperti di gambar 4.
Gambar 4. Formulir Analytic Defaults

4. Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir tersebut. Seperti yang tertera pada gambar. Langkah-langkah diberi nomor dan keterangan warna merah.
Gambar 5. Tahapan Mengisi Formulir Analytic Defaults

5. Kolom-kolom yang harus diisi pada form (gambar 5) tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Kolom no. 1 adalah Analytic Account yang digunakan untuk menganalisis biaya perusahaan, reinvoice waktu untuk pelanggan, dan menganalisis kinerja layanan atau proyek.
Gambar 6. Analytic Account

b) Kolom no. 2 adalah Sequence atau urutan.
Gambar 7. Sequence

c) Kolom no. 3 adalah Product yaitu produk-produk yang dijual/disupply oleh PT. Hippo Indo.
Gambar 8. Product

d) Kolom no. 4 adalah User yaitu orang-orang atau admin yang menangani transaksi/analisis ini.
Gambar 9. User

e) Kolom no. 5 adalah Start Date yaitu tanggal dimulainya analisis akunting.
Gambar 10. Start Date

f) Kolom no. 6 adalah Partner atau perusahaan/lembaga/orang yang menjadi rekanan dari PT. Hippo Indo.
Gambar 11. Partner

g) Kolom no. 7 adalah End Date yaitu tanggal berakhirnya analisis akunting.
Gambar 12. End Date

h) Kolom no. 8 adalah pilihan untuk Save atau Discard Analytic Defaults. Jika memilih Save maka pengaturan/pengisian form akan disimpan dan diaplikasikan pada modul Accounting. Sedangkan jika memilih Discard maka pengaturan/pengisian form tidak akan disimpan.
Gambar 13. Save atau Discard

6. Setelah selesai mengisi formulir, klik Save. 

7. Dan setting untuk Analytic Defaults pun sudah selesai.


C. Langkah-langkah menggunakan modul add-ons sales_invoices_discounts:

1. Setelah proses installasi selesai dan berhasil, langkah selanjutnya adalah melihat hasil installasi dengan klik pada modul Accounting -> kemudian pada section menu Customers, klik Customer Invoice. Maka akan ditampilkan data history invoice untuk customer atau pilihan untuk membuat invoice (Create).

Gambar 14. Tampilan Laman Customer Invoice

2. Maka klik Create pada bagian kiri atas. Sehingga muncul tampilan seperti di bawah ini.
Gambar 15. Tampilan Laman Create Customer Invoice

3. Mengisi kolom-kolom yang ada di invoice tersebut sesuai dengan nomor urut yang ada di dalam gambar 15. Setiap kolom dalam gambar tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut ini:

a) Kolom no. 1 adalah Customer yang berisi nama customer PT. Hippo Indo. Jika tanda segitiga kea rah bawah diklik, maka akan muncul nama-nama perusahaan/lembaga yang menjadi customer dari PT. Hippo Indo.
Gambar 16. Customer

b) Kolom no. 2 adalah Fiscal Position yang berfungsi untuk me-replace Pajak dan Account dari setiap produk yang sudah diset secara default ketika membuat Sales Order/Purchase Order/Customer Invoice/Supplier Invoice. Terdiri dari dua pilihan yaitu Normal Taxes dan Tax Exempt.
Gambar 17. Fiscal Position

c) Kolom no. 3 adalah Invoice Date, yaitu tanggal pembuatan Invoice.
Gambar 18. Invoice Date

d) Kolom no. 4 adalah Journal. Pada kolom ini terdapat mata uang yang digunakan dalam transaksi.
Gambar 19. Journal

e) Kolom no. 5 adalah Account, yaitu nomor rekening yang digunakan dalam transaski keuangan. Dalam hal ini adalah nomor akun atau rekening tujuan pembayaran oleh customer.
Gambar 20. Account

f) Kolom no. 6 adalah field Invoice Lines. Field ini terdiri dari Product, Description, Account, Analytic Account, Quantity, Unit Price, Taxes, dan Amount. Secara umum field ini berisi tentang produk yang dibeli oleh customer, jumlah, deskripsi dari produk, pajak yang dikenakan untuk pembelian produk ini, harga produk, dan total harga.
Gambar 21. InvoiceLines

g) Kolom no. 7 adalah Other Info yang berisi informasi tentang Salesperson (nama sales), Bank Account (rekening bank), Accounting Period (periode akuntasi), Due Date pembayaran (tanggal jatuh tempo), Source Document (dokumen sumber), Reference/Descripton, Journal Entry, dan sebuah field di bawahnya yang berisi Tax Description, Tax Account, Base, dan Amount.
Gambar 22. Other Info

h) Kolom no. 8 adalah Payments yang berisi Effective Date (tanggal efektif), Journal Entry, Reference, Name, Journal, Debit, dan Credit.
Gambar 23. Payments

i) Kolom no. 9 adalah Payment Terms yang berisi lamanya hari jatuh tempo pembayaran. Akuntan dapat menyetting berapa lama hari yang diijinkan misalnya 15 hari atau 30 hari.
Gambar 24. Payment Terms

j) Kolom no. 10 adalah Discount Type yaitu tipe pemberian diskon yang dapat diberikan setela dikenakan pajak atau sebelum dikenakan pajak.
Gambar 25. Discount Type

k) Kolom no. 11 adalah Discount Method yaitu metode pemberian diskon. Diskon dapat diberikan dalam nominal yang sudah ditetapkan (fixed) atau dalam persen.
Gambar 26. Discount Method

l) Kolom no. 12 adalah Additional Information yaitu kolom untuk menambahkan informasi yang berkaitan dengan transaksi. Kolom ini serupa dengan note. Misalnya dapat diisi dengan alamat/tujuan pengiriman barang.
Gambar 27. Additional Information

m) Kolom no. 13 adalah pilihan untuk Validate atau Cancel Invoice. Jika memilih Validate berarti draft invoice akan divalidasi sehingga statusnya berubah menjadi Open. Jika memilih Cancel berarti membatalkan draft invoice.
Gambar 28. Validate atau Cancel Invoice

n) Kolom no. 14 adalah pilihan untuk Save atau Discard draft invoice. Jika memilih untuk Save maka draft invoice akan disimpan dan jika memilih discard maka data-data yang telah diisikan tidak akan tersimpan.
Gambar 29. Save atau Discard

4. Kemudian setelah selesai mengisi, klik Validate untuk memvalidasi draft invoice atau Cancel untuk membatalkan. Dan kemudian klik Save untuk menyimpan invoice (disimpan sebagai draft atau setelah divalidasi) atau Discard untuk tidak menyimpannya (tidak sebagai draft).

5. Dan cara menerapkan diskon pada invoice pun sudah selesai.

Demikian postingan Molang tentang cara menggunakan modul add-ons yang telah di-install. Semoga bermanfaat untuk Molang readers. Nantikan Molang di postingan selanjutnya.

Terimakasih,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar